Selasa, 16 Maret 2010

Masalah Kependudukan di Indonesia

Masalah Penduduk

Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Kalau populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Antara 1960 dan 1999, populasi bumi berlipat ganda dari 3 milyar menjadi 6 milyar orang. Pada tahun 2000 populasi sudah menjadi 6.1 milyar. PBB memprediksi bahwa populasi dunia pada tahun 2050 akan mencapai antara 7.9 milyar sampai 10.9 milyar, tergantung ada apa yang kita lakukan sekarang. Dapatkah anda bayangkan berapa banyak bahan pangan, lahan untuk pertanian, lahan untuk perumahan, dan barang konsumsi lainnya yang dibutuhkan oleh penduduk yang begitu banyak?
Dengan tingginya laju pertumbuhan populasi, maka jumlah kebutuhan makanan pun meningkat padahal lahan yang ada sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, maka hutan pun mulai dibabat habis untuk menambah jumlah lahan pertanian yang ujungnya juga makanan untuk manusia. Konversi hutan menjadi tanah pertanian bisa menyebabkan erosi. Selain itu bahan kimia yang dipakai sebagai pupuk juga menurunkan tingkat kesuburan tanah. Dengan adanya pembabatan hutan dan erosi, maka kemampuan tanah untuk menyerap air pun berkurang sehingga menambah resiko dan tingkat bahaya banjir.
Perkembangan urbanisasi di Indonesia perlu dicermati karena dengan adanya urbanisasi ini, kecepatan pertumbuhan perkotaan dan pedesaan menjadi semakin tinggi. Pada tahun 1990, persentase penduduk perkotaan baru mencapai 31 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Pada tahun 2000 angka tersebut berubah menjadi 42 persen. Diperkirakan pada tahun 2025 keadaan akan terbalik dimana 57 persen penduduk adalah perkotaan, dan 43 persen sisanya adalah rakyat yang tinggal di pedesaan. Dengan adanya sentralisasi pertumbuhan dan penduduk, maka polusi pun semakin terkonsentrasi di kota-kota besar sehingga udara pun semakin kotor dan tidak layak.
Kota-kota besar terutama Jakarta adalah sasaran dari pencari kerja dari pedesaan dimana dengan adanya modernisasi teknologi, rakyat pedesaan selalu dibombardir dengan kehidupan serba wah yang ada di kota besar sehingga semakin mendorong mereka meninggalkan kampungnya. Secara statistik, pada tahun 1961 Jakarta berpenduduk 2,9 juta jiwa dan melonjak menjadi 4,55 juta jiwa 10 tahun kemudian. Pada tahun 1980 bertambah menjadi 6,50 juta jiwa dan melonjak lagi menjadi 8,22 juta jiwa pada tahun 1990. Yang menarik, dalam 10 tahun antara 1990-2000 lalu, penduduk Jakarta hanya bertambah 125.373 jiwa sehingga menjadi 8,38 juta jiwa. Data tahun 2007 menyebutkan Jakarta memiliki jumlah penduduk 8,6 juta jiwa, tetapi diperkirakan rata-rata penduduk yang pergi ke Jakarta di siang hari adalah 6 hingga 7 juta orang atau hampir mendekati jumlah total penduduk Jakarta. Hal ini juga disebabkan karena lahan perumahan yang semakin sempit dan mahal di Jakarta sehingga banyak orang, walaupun bekerja di Jakarta, tinggal di daerah Jabotabek yang mengharuskan mereka menjadi komuter.
Pada akhirnya, pertumbuhan populasi yang tinggi akan mengakibatkan lingkaran setan yang tidak pernah habis. Populasi tinggi yang tidak dibarengi dengan lahan pangan dan energi yang cukup akan mengakibatkan ketidakseimbangan antara supply dan demand yang bisa menyebabkan harga menjadi mahal sehingga seperti yang sedang terjadi sekarang, inflasi semakin tinggi, harga bahan makanan semakin tinggi sehingga kemiskinan pun semakin banyak. Semakin menurunnya konsumsi masyarakat akan menyebabkan perusahaan merugi dan mem-PHK karyawannya sebagai langkah efisiensi, sehingga semakin banyak lagi kemiskinan.
Jadi, kita mudah saja bilang, kapan negara kita bisa swasembada? Apa bisa kalau masih mau punya banyak anak? Bagaimana dengan masa depan anak cucu kita kalau lahan sudah tidak tersedia, tanah rusak akibat bahan kimia, air tanah tercemar dan bahkan habis sehingga tidak bisa disedot lagi? Bagaimana kita mau menghemat makanan dan air kalau populasi terus berkembang gila-gilaan?
Populasi seperti hal yang besar dan politis yang diomongkan banyak orang. Tetapi hal ini juga merupakan hal yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Seperti yang telah kita lakukan dahulu dan berhasil, kita bisa Ikut program Keluarga Berencana (KB) atau paling tidak memiliki rencana KB sebagai komposisi keluarga yang ideal.
Krisis pangan sudah dimulai di seluruh dunia. Harga semakin melejit dan pada akhirnya bukan karena kita tidak mampu membeli makanan, tetapi apakah makanan itu bisa tersedia. Kalau bukan kita yang bertindak dari sekarang, masa depan anak dan cucu kita bisa benar-benar hancur sehingga kita yang berpesta pora pada saat ini baru akan merasakan akibatnya nanti.

READ MORE - Masalah Kependudukan di Indonesia

Transmigrasi

Masalah transmigrasi

pada hakekatnya dapat dilihat dari dua  sudut penglihatan. Pertama dari sudut penglihatan masalah penjebaran penduduk dan kedua dari sudut penglihatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerdja untuk pembangunan.
Dipandang dari segi masalah penjebaran penduduk maka tujuan transmigrasi adalah untuk mencapai pensebaran penduduk jang lebih seimbang dan lebih merata diseluruh wilajah Indonesia. Padangan ini membawa konsekwensi bahwa bagian yang tidak kecil dari penduduk Djawa harus dapat dipindahkan kepulau-pulau lain yang dewasa ini kekurangan penduduk.
Dipandang dari sudut penglihatan kebutuhan tenaga kerdja maka transmigrasi adalah pemindahan tenaga kerja untuk melaksanakan pembangunan berbagai projek-projek didaerah-daerah jang kekurangan tenaga kerja. Tujuan utama bukanlah untuk mencapai penyebaran penduduk yang lebih seimbang dan lebih merata, melainkan untuk melaksanakan pembangunan proyek-proyek yang dipandang perlu untuk peningkatan produksi Nasional.
Pada dasarnja kedua sudut penglihatan tersebut tidak terpisah  satu sama lainnya. Dalam taraf Rencana Pembangunan Lima Tahun      jang pertama ini maka transmigrasi harus dikaitkan dengan pembangunan projek-projek. jumlah tenaga kerdja jang dibutuhkan  dan dengan demikian djumlah biaja jang diperlukan tergantung daripada jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk pembangunan  proyek-proyek yang memerlukan tenaga kerja tersebut. Adapun pembangunan proyek-proyek tersebut bukanlah pertama-tama untuk menampung tenaga kerdja jang dipindahkan dari daerah lain melainkan untuk melaksanakan pembangunan guna peningkatan produksi Nasional. Dibangunnya proyek-proyek tersebut didaerah-daerah yang kebetulan kekurangan tenaga kerja bukanlah pertama-tama untuk memindahkan tenaga kerja melainkan karena tujuan yang hendak dicapai, yaitu peningkatan produksi Nasional dapat terwujud sebaikbaiknya dengan pembangunan didaerah-daerah tersebut.

KEBIDJAKSANAAN DAN LANGKAH-LANGKAH
Dalam rangka pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun transmigrasi dikaitkan dengan usaha-usaha serta kegiatan pembangunan dan tidak berdiri sendiri.Dengan demikian usaha transmi-
grasi adalah untuk menundjang kegiatan pembangunan didaerah- daerah dan projek-projek jang memerlukan tenaga kerja.
Dengan pendekatan kegiatan transmigrasi dari sudut pengaitan dengan usaha serta kegiatan pembangunan jang secara integral, maka kwantitas dan kwalitas transmigran akan sangat ditentukan oleh  kebutuhan usaha pembangunan diberbagai daerah tersebut. Berbagai kegiatan pembangunan-pembangunan jang memerlukan tenaga kerja antara lain adalah untuk peningkatan produksi pangan dengan pembukaan tanah baru yang terutama akan berbentuk pembukaan persawahan pasang-surut di Kalimantan dan Sumatera. Untuk peningkatan produksi dan ekspor kaju serta hasil hutan lainnya dimana akan dibangun proyek-proyek kehutanan diberbagai daerah diluar Djawa, diperlukan tenaga kerja transmigran baik jang sudah skilled maupun yang masih memerlukan latihan ketrampilan chusus dibidang produksi hutan. Selandjutnja untuk peningkatan produksi dan ekspor, dimana diperlukan rehabilitasi dari pembangunan prasarana diberbagai pulau diluar Djawa, diantaranya up-grading djalan, rehabilitasi pelabuhan, rehabilitasi lapangan terbang, pemasangan transmissi listrik dan lain sebagainya, diperlukan tenaga kerja jang tidak sedikit jumlahnya dan yang harus dipindahkan dari daerah jang berkelebihan tenaga  kerja. Demikian pula pengembangan usaha pertanian, perkebunan  dan perikanan memerlukan banjak sekali tenaga kerja. Dengan sendirinya tenaga kerja yang diperlukan untuk masing-masing bidang adalah berbeda-beda pensyaratannya. Bahkan untuk masing-masing  projek diperlukan tenaga kerja yang berbeda pula kecakapannya.  Oleh karena itu maka pengiriman transmigran untuk melaksanakan pembangunan dibidang-bidang serta proyek-proyek tersebut sudah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan bidang-bidang serta proyek-proyek tersebut.
Dalam hubungan ini maka didaerah-daerah jang djumlah tenaga kerdjanja relatif banjak diadakan persiapan-persiapan agar supaja transmigran-transmigran jang akan membantu pembangunan projek-        projek didaerah lain tersebut benar-benar memenuhi pensjaratan jang diminta.Untuk ini diperlukan latihan ketrampilan yang akan mendjamin peningkatan produktivitas mereka ditempat pekerjaannya yang   baru. Dengan demikian usaha transmigrasi benar-benar merupakan     suatu kegiatan yang langsung menunjang pelaksanaan pembangunan   yang telah direncanakan diberbagai bidang.
Landasan baru dalam bidang transmigrasi ini akan terus dikembangkan berdasarkan pengalaman jang lampau serta kemungkinan yang akan datang. Sebagai akibat daripada luasnya persiapan-persiapan  dan kegiatan-kegiatan transmigrasi ini maka pembinaan operasionil  akan menjangkut kegiatan berbagai instansi dan masjarakat. Untuk  ini diperlukan persiapan-persiapan dan cara kerja yang serasi. Dengan demikian transmigrasi memegang peranan yang sangat penting sebagai  unsur penunjang pembangunan proyek-proyek jang telah diprioritaskan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun.
Salah satu tujuan pembangunan kawasan transmigrasi adalah membangun pusat-pusat pertumbuhan baru yang dilakukan para transmigran yang berada di permukiman transmigrasi tersebut. Para transmigran tersebut merupakan pionir-pionir pembangunan.
Pembangunan kawasan transmigrasi pada umumnya dilakukan di wilayah-wilayah yang jauh (remote area) dan dilakukan untuk dapat lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan usaha pertanian di wilayah tersebut.
Dalam melakukan kegiatan usaha pertanian dan usaha-usaha produktif, di samping juga untuk kehidupan sehari-hari seperti untuk memasak, para transmigran memerlukan energi.
Menurut Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT), Depnakertrans, Djoko Sidiq Pramono, selama ini untuk memenuhi kebutuhan energi para transmigran dilakukan dengan memanfaatkan minyak tanah, kayu, dan sekam dari sisa panen hasil pertanian maupun dari generator.
“Pada umumnya kawasan transmigrasi itu belum terjangkau aliran listrik dari PLN. Sedangkan energi sangat dibutuhkan para transmigran. Kami kemudian melakukan solusi pemenuhan energi dengan memanfaatkan potensi lokal untuk sumber energi khususnya sumber-sumber energi terbarukan,” kata Djoko Sidiq Pramono.
Agar lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan, Ditjen P2MKT memanfaatkan potensi-potensi lokal untuk pembangkit energi. Seperti memanfaatkan aliran dan debit air untuk dapat memutar turbin sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
Memanfaatkan tenaga angin, tenaga surya, memanfaatkan bahan bakar nabati, minyak sawit, jarak pagar, minyak kelapa, minyak jagung serta bahan bakar gas dari kotoran ternak.
Adanya pemenuhan energi terbarukan untuk kegiatan rumah tangga dan kegiatan usaha ekonomi produktif, kawasan trasnmigrasi tersebut dengan cepat dapat terdorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pembangunan dan pengembangan energi terbarukan di kawasan transmigrasi ini nantinya diharapkan akan mengurangi subsidi pemerintah untuk bahan bakar minyak. Di samping itu, wacana program desa mandiri energi (DME) bisa direalisasikan.
Pembangunan dan pengembangan energi terbarukan di kawasan transmigrasi khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah dilakukan pada 1997 dengan bantuan Perancis di kawasan transmigrasi Hialu, Sulawesi Tenggara, Salotiwo/Kalumpang dan Salopangkang, Sulawesi Barat, serta Muara Ancalong, Kalimantan Timur.
Pada 2008, pembangunan PLTS dilakukan di kawasan transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, Lampung, jenis PJU, Hybrid 3000, SHS 200 dan SHS 50, KTM Belitang, Sumatera Selatan, jenis PJU, KTM Parit Rambutan, Sumatera Selatan jenis PJU, KTM Tobadak, Sulawesi Barat, jenis PJU, UPT Serai, Sulawesi Utara, jenis SHS 200.
Selain itu, PLTMH juga telah dibangun di kawasan transmigrasi Owata dan Sumalata, Gorontalo, Manilili, Sulawesi Selatan dan Tambua, Sulawesi Tenggara. Sementara lokasi transmigrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga telah dibangun pembangkit tenaga angin (PLTAngin) di Oi Toi dan Piong.
“Kesadaran ikut menyelamatkan lingkungan dan program pembangunan dan pengembangan energi baru dan terbarukan di kawasan transmigrasi tersebut, Ditjen P2MKT, Depnakertrans akan bekerja sama dengan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, Departemen ESDM, yang rencananya akan dilakukan akhir bulan Juni 2009

READ MORE - Transmigrasi

Hukum Indonesia


Masalah Hukum

Penegakkan hukum di Indonesia sudah lama menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, karena persoalan keadilan telah lama diabaikan bahkan di fakultas-fakultas hukum hanya diajarkan bagaimana memandang dan menafsirkan peraturan perundang-undangan. Persoalan keadilan atau yang menyentuh rasa keadilan masyarakat diabaikan dalam sistem pendidikan hukum di Indonesia.
Hal ini menimbulkan akibat-akibat yang serius dalam kontek penegakkan hukum. Para hakim yang notabene merupakan produk dari sekolah-sekolah hukum yang bertebaran di Indonesia tidak lagi mampu menangkap inti dari semua permasalahan hukum dan hanya melihat dari sisi formalitas hukum. Sehingga tujuan hukum yang sesungguhnya malah tidak tercapai.
Sebagai contoh, seluruh mahasiswa hukum atau ahli-ahli hukum mempunyai pengetahuan dengan baik bahwa kebenaran materil, kebenaran yang dicapai berdasarkan kesaksian-kesaksian, adalah hal yang ingin dicapai dalam sistem peradilan pidana. Namun, kebanyakan dari mereka gagal memahami bahwa tujuan diperolehnya kebenaran materil sesungguhnya hanya dapat dicapai apabila seluruh proses pidana berjalan dengan di atas rel hukum. Namun pada kenyataannya proses ini sering diabaikan oleh para hakim ketika mulai mengadili suatu perkara. Penangkapan yang tidak sah, penahanan yang sewenang-wenang, dan proses penyitaan yang dilakukan secara melawan hukum telah menjadi urat nadi dari sistem peradilan pidana. Hal ini terutama dialami oleh kelompok masyarakat miskin. Itulah kenapa, meski dijamin dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, prinsip persamaan di muka hukum gagal dalam pelaksanaannya.
Kebenaran formil, kebenaran yang berdasarkan bukti-bukti surat, adalah kebenaran yang ingin dicapai dalam proses persidangan perdata. Namun, tujuan ini tentunya tidak hanya melihat keabsahan dari suatu perjanjian, tetapi juga harus dilihat bagaimana keabsahan tersebut dicapai dengan kata lain proses pembuatan perjanjian justru menjadi titik penting dalam merumuskan apa yang dimaksud dengan kebenaran formil tersebut. Namun, pengadilan ternyata hanya melihat apakah dari sisi hukum surat-surat tersebut mempunyai kekuatan berlaku yang sempurna dan tidak melihat bagaimana proses tersebut terjadi.
Persoalan diatas makin kompleks, ketika aparat penegak hukum (hakim, jaksa, polisi, advokat) juga mudah atau dimudahkan untuk melakukan berbagai tindakan tercela dan sekaligus juga melawan hukum. Suatu tindakan yang terkadang dilatarbelakangi salah satunya oleh alasan rendahnya kesejahteraan dari para aparat penegak hukum tersebut (kecuali mungin advokat). Namun memberikan gaji yang tinggi juga tidak menjadi jaminan bahwa aparat penegak hukum tersebut tidak lagi melakukakn tindakan tercela dan melawan hukum, karena praktek-praktek melawan hukum telah menjadi bagian hidup setidak merupakan pemandangan yang umum dilihat sejak mereka duduk di bangku mahasiswa sebuah fakultas hukum.
Persoalannya adalah bagaimana mengatasi ini semua, tentunya harus dimulai dari pembenahan sistem pendidikan hukum di Indonesia yang harus juga diikuti dengan penguatan kode etik profesi dan organisasi profesi bagi kelompok advokat, pengaturan dan penguatan kode perilaku bagi hakim, jaksa, dan polisi serta adanya sanksi yang tegas terhadap setiap terjadinya tindakan tercela, adanya transparansi informasi hukum melalui putusan-putusan pengadilan yang dapat diakses oleh masyarakat, dan adanya kesejahteraan dan kondisi kerja yang baik bagi aparat penegak hukum.
Mari kita lihat, apakah kondisi yang sama pada saat ini masih akan kita temui dalam 20 tahun ke depan?

READ MORE - Hukum Indonesia

Pelapisan Sosial Masyarakat


Pelapisan Sosial Masyarakat

Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang


Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai  latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Jika dilihat dari kenyataan, maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.
Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.
B.PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kapada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Didalam organisasi masyarakat primitif, dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. HAl ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:
1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;
2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;
4) Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men);
5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;
6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.
C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
D.PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan  pendeta;
-Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
-Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
-Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
-Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:
1) Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:
- Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
-Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan  bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
-Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
-Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh  masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
-Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
READ MORE - Pelapisan Sosial Masyarakat

Pemuda Dan Sosialisasi


Remaja
  • Adalah masa transisi secara psikologis dan sangat probelmatis, dan pada masa ini memumngkinkan mereka berada dalam anomi
  • Adalah kelompok yang mudah dipengaruhi oleh media masa apapun bentuknya karena emosinya yang masih labil
  • Adalah sebagai individu dan masa pancaroba yang mempunyai penilaina yang belum mendalam terhadap norma etika dan agama
Anomi Remaja
  • Enoch markumMuncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma
  • Masyarakat yang diharapkan mampu memberi jaaban juga berada dalam keadaan transisi
  • Dan dalam keadaan bingung ini mereka mencari pegangan norma yang lain yang memberikan mereka kesempatan untuk menyimpang
Orientasi Mendua
  • Dr, Male : Adalah orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat serng bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap peer(teman sebaya)
  • Menyebabkan mereka melahap semua informasi tanpa menyeleksi terlebih dulu
  • Dan dalam keadaan bimbang menyebabkan mereka mencoba bunuh diri
Peran Media Massa
  • Untuk memenuhi keinginan dan menyatakan identitas diri
  • Untuk membuktikan bahwa mereka bias lepas dari orang tua
  • Memenuhi kebutuhan untuk memperoleh aksesibilitas ditengah sesame remaja
Pemuda dan Identitas
  • Pemuda adalah suatu generas yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan
  • Mempunyai masalah-masalah bervariasi
  • Terdapat proses sosialisai generasi muda
  • Mempunyai banyak potensi positif yang dapat dikembangkan
Pola Dasar Pembinaan
Berdasarkan :
  1. landasan idiil pancasila
  2. landasan konstitusional UUD 1945
  3. landasan strategis GBHN
  4. Landasan Historis Sumpah pemuda dan proklamasi Kemerdekaan
  5. Landasan Normatif Etika,tata nilai dan trdisi leluhur
Potensi Generasi Muda
  • Idealisme dan daya kritis
  • Dinamika dan reativitas
  • Keberanian mengambil resiko
  • Optiis dan kegairahan semangat
  • Sikap kemandirian dan disiplin murni
  • Terdidik
  • Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
  • Patriotisme dan nasionalisme
  • Sikap kesatria
  • Kemampuan penguasaan ilmu dan tekhnologi
Proses Sosialisasi
  • Adalah proses yang membantu individu melauli belajar dan penyesuaian diri
  • Prosesnya berawal dari keluarga
  • Akan terciptanya cara berfikir dan kebiasaan sosialisasi
  • Lembanganya adalah keluarga,sekolah,kelompok sebaya
Tujuan Sosialisasi
  • Agar individu tersebut dapat diberi ilmu pengetahuan
  • Agar individu tersebut dapat berkomunikasi secara efektif dalam mengembangkan dirinya sendiri
  • Mengendalikan fungsi-fungsi organic
  • Dapat bertingkah laku selaras dengan masyarakat
Mengembangkan Potensi Muda
  • Mengadakan proyek bersama yang melibatkan pemuda
  • Lomba karya ilmuah
Pentingnya Pendidikan
  • Harus memiliki pengetahuan yang luas
  • Mendapatkan proses sosialisasi
  • Berbagai pemuda menyatu dalam bentuk akulturasi
  • Mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh
Masalah Potensi Generasi Muda
  • Menurunnya jiwa idealisme,patriotisme dan nasionalisme
  • Kurang pastinya masa depan yang akan dihadapi
  • Belum seimbangnya generasi muda dgn jumlah fasilitas pendidikan
  • Kurangnya lapangan pekerjaan
  • Kurangnya gizi
  • Banyak perkawinan dibawah umur
  • Pergaulan bebas
  • Meningkatnya kenakalan remaja
  • Belum adanya peraturan tentang generasi muda
READ MORE - Pemuda Dan Sosialisasi

Selasa, 09 Februari 2010

Daftar Kata-Kata Kotor Indonesia - Sumpah-Serapah, Caci-Maki, Memaki, Dsb

Daftar Kata-Kata Kotor Indonesia - Sumpah-Serapah, Caci-Maki, Memaki, Dsb
Daftar Kata-Kata Kotor Indonesia - Sumpah-Serapah, Caci-Maki, Memaki, Kata-Kataan, Menghujat, Menjelek-jelekkan, Mengatain, Dsb

Berikut ini adalah daftar kata-kata yang kebanyakan dipakai oleh orang-orang Jakarta Indonesia dan sekitarnya apabila sedang kesal pada orang lain. Kata-kata ini sangat tidak baik diucapkan karena dapat mengundang amarah dan antipati orang yang menjadi target kata-kata buruk tersebut.

Oleh sebab itu sebaiknya didiklah anak-anak anda untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor tersebut dalam kondisi apapun. Hukumlah anak anda yang berkata buruk agar tidak menjadi kebiasaan kelak saat beranjak remaja dan dewasa. Jika anak yang mengucapkan kata kotor itu adalah anak orang lain, maka berikanlah nasihat dan laporkan / bilang pada orang tuanya untuk menjelaskan bahwa hal itu adalah perbuatan yang tidak terpuji.

Kata kotor digunakan untuk mencaci-maki, mengata-ngatai, menjelek-jelekkan, memberikan hujatan, dan lain sebagainya. Jangan pernah anda mengeluarkan kata-kata ini jika lawan bicara anda tidak menganggap ini sebagai bercanda. Apabila anda diberikan kata-kata kotor maka bersabarlah dan jangan dibalas. Bersikaplah yang cool dan tenang karena semua keburukan akan dibalas oleh tuhan dan anda pun akan terhindar dari kemungkinan skenario yang lebih buruk jika kata-kata kotor itu anda balas.

Catatan :
- Never & don't try this at home
- Untuk Mengetes kata kotor gunakan formasi kalimat = WOY [Kata Kotor] LUH !!!
- Artikel ini untuk pendidikan dan menambah wawasan anda saja

A. Kata-Kata Kotor Seri Binatang & Kebun Binatang

- Anjing
- Babi
- Monyet
- Kunyuk
- bajingan
- Asu
- Bangsat

B. Kata-Kata Kotor Seri Alat Kelamin (diSensor karena terlalu kasar)

- Kont**
- Mem**
- Ngent**
- Nge**

C. Kata-Kata Kotor Seri Trans, PSK dan WTS

- Perek
- Pecun
- Bencong
- Banci
- Jablay

D. Kata-Kata Kotor Seri Kebodohan dan Psikologi

- Bego
- Goblok
- Idiot
- Geblek
- Orang Gila
- Gila
- Sinting
- Tolol
- Sarap

E. Kata-Kata Kotor Seri Cacat

- Buta
- Budek
- Bolot
- Jelek

F. Kata-Kata Kotor Seri Bebas Umum

- Setan
- Keparat
- Ngehe
- Bejad
- Gembel
- Brengsek
- Tai
READ MORE - Daftar Kata-Kata Kotor Indonesia - Sumpah-Serapah, Caci-Maki, Memaki, Dsb

Harddisk dengan Kapasitas Terbesar 1 Yottabyte! (1000 Milyar Harddisk)

NSA sedang membangun sebuah ruangan seluas 92.903 m2 sebagai tempat penyimpanan hardisk dengan biaya sekitar 2 milyar dollar. Rencananya tempat ini nantinya mampu menyimpan data sebesar 1 Yottabytes yang diprediksi akan terealisasi pada tahun 2015.

Nah, pasti pada tanya Yottabytes kan?? Berapa besar sih 1 Yottabytes itu?

– 1.000 Gigabytes (GB) = 1 Terabytes (TB)
– 1.000 Terabytes (TB) = 1 Petabytes (PB)
– 1.000 Petabytes (PB) = 1 exabytes
– 1.000 Exabytes = 1 Zettabyte
– 1.000 Zettabytes = 1 Yottabytes
Gimana, sudah tahu sekarang berapa sih 1 Yottabytes? Yang pasti mungkin saja bisa menyimpan seluruh data yang ada di dunia ini.
Hardisk sebesar itu tentu juga akan membuat kami membayangkan berapa banyak hardisk yang dibutuhkan untuk mencapai kapasitas tersebut apabila mereka menggunakan hardisk kapasitas 1 TB per buahnya. Kalau dihitung mereka akan menggunakan sekitar 1.000 milyar hardisk.( Gile banget…!!!)
Tetapi dari yang kami baca, kemungkinan besar NSA menggunakan hardisk jauh lebih besar mengingat NSA selalu menggunakan teknologi tercanggih yang biasanya belum ada di pasaran seperti bisa saja mereka menggunakan hardisk dengan kapasitas 25 -100 TB per buahnya.

sumber: kaskus.us

READ MORE - Harddisk dengan Kapasitas Terbesar 1 Yottabyte! (1000 Milyar Harddisk)

Wow! Bocah 9 Tahun Jadi Insiyur Microsoft

Marko Casalan

SKOPJE - Macedonia, yang berharap berubah menjadi wilayah pusat teknologi saat ini sangat berbangga hati, pasalnya bocah berumur sembilan tahun Marko Calasan, menjadi Insinyur Microsoft Certified System termuda di dunia.

Permasalahannya adalah tanpa adanya tanggapan dan dukungan serius dari pemerintah, Marko tidak melihat adanya masa depan yang baik di wilayah Balkan yang menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1992 dari Yugoslavia.

"Saya ingin tinggal di sini, tetapi di sini kurang sumber daya. Saya ingin pergi ke Amerika Serikat, tempat di mana saya akan mendapatkan bahan-bahan teknis yang dibutuhkan. Saya tidak bisa sejahtera di sini. Saya ingin tinggal di sini, tetapi tidak bisa," ujar Calasan seperti di kutip dari Reuters, Minggu (7/2/2010).

Pada usia enam tahun, Marko mendapatkan pengakuan sistem administrasi pertamanya dari Microsoft. Ia menjadi selebriti di sepanjang wilayah Balkans pada bulan Desember ketika ia mendapatkan Sertifikasi Sistem Insinyur-nya, gelar yang sulit didapat bahkan oleh seorang insinyur komputer yang ahli.

Dengan bakat yang besar ia dianugerahi hak yang spesial, pemerintah Masedonia pun mengijinkannya untuk tidak datang ke sekolah secara rutin.

"Saya suka pergi ke sekolah, tapi saya tidak bisa pergi tiap hari. Terlalu mudah pelajarannya, tapi saya mendapatkan hal yang baru di sana," ujar Marko, yang fasih berbahasa Inggris.

Ia juga bekerja sebagai pengendali sistem administrasi di sebuah lembaga non-profit yang membantu orang-orang cacat. Marko saat ini memiliki proyek baru untuk mengajarkan orang tentang pengetahuan komputer dalam bahasa Inggris menggunakan streaming video.

Di antara waktunya mengolah sistem komputer dan juga membagi pengetahuannya, Marko tampak seperti anak-anak lain pada umumnya yang suka bermain bola dengan teman-temannya, bersepatu roda, dan juga menghilangkan stereotipe seorang kutu buku. Ia menganggap permainan di komputer merupakan buang-buang waktu dibandingkan waktu “bermain di luar”. (tyo)

sumber: okezone.com

READ MORE - Wow! Bocah 9 Tahun Jadi Insiyur Microsoft

10 selebriti dengan bibir Terseksiiii.....

Penelitian membuktikan bahwa semakin besar hormon Estrogen yang dimiliki oleh seorang wanita, semakin padat dan bagus pula bentuk bibir wanita tersebut. Penelitian juga mendapati bahwa hormon esterogen mempengaruhi jiwa agresif seorang wanita,. nah lo! so, di bawah ini ada 10 wanita selebritis papan atas dunia yang udah dipilih berdasarkan "Greatest Kiss Challenge" dari Netflix yang emang terkenal dengan bibirnya yang super sexy. wah... kaburrr........hehehehehe




10 Nina Moric




9 Jessica Alba




8 Eva Mendes




7 Christina Aguilera




6 Scarlett Johansson




5 Rachel Bilson




4 Rihanna



3 Jessica Biel




2 Megan Fox




1 Angelina Jolie

READ MORE - 10 selebriti dengan bibir Terseksiiii.....

21 alasan Knapa loe harus bangga jadi Orang Indonesia!!!

21 Alasan kita bangga jadi orang Indonesia
maaf klo repost, sekedar mengingatkan dan menyindir


1. Cuma di Indonesia seseorang bisa punya KTP lebih dari 1.

2. Cuma di Indonesia seseorang bisa punya SIM tanpa test.

3. Bahkan cuma di Indonesia seseorang bisa nyetir tanpa punya SIM.

4. Cuma di Indonesia jumlah Blackberry Black Market yang beredar lebih banyak dari Blackberry yang legal.

5. Cuma di Indonesia Duta Anti Narkoba ketangkep make shabu.

6. Cuma di Indonesia anak SD bisa beli rokok.

7. Cuma di Indonesia pemerintahnya murah hati, bagi-bagi pulau, lagu daerah, sampe tarian daerahgratiss!!!

8. Cuma di Indonesia segala urusan bisa beres pake uang!

9. Cuma di Indonesia kita bisa buang sampah dimana-mana tanpa denda.

10. Cuma di Indonesia kita bisa naik angkutan umum tanpa harus nunggu di halte. Dimana aja bisa. (asal ga ada polisi)

11. Cuma di Indonesia makanan-makanan bekas dan kadaluwarsa bisa disulap jadi makanan siap jual lagi.

12. Cuma di Indonesia kita bisa off road di jalan raya.

13. Cuma di Indonesia pesawatnya ga di apa-apain bisa jatoh.

14. Cuma di Indonesia, jembatan baruuu banget jadi, mur bautnya udah pada ilang buat di loakin.

15. Cuma di Indonesia jalan raya, bisa jadi kolam renang.

16. Cuma di Indonesia ada orang bisa nyebrang jalan tol.

17. Cuma di Indonesia kita bisa lesehan di atas kereta api yg lagi jalan.

18. Cuma di Indonesia orang ga lulus kuliah bisa jadi presiden. Orang ga bisa liat aja bisa jadi presiden! Hebat ga tuh..

19. Cuma di Indonesia kita bisa nonton DVD dengan kualitas bagus hanya dengan membayar Rp.7000! Bahkan masih ada yang Rp.5000,-

20. Cuma di indonesia yg ngasih uang ke pengemis langsung di denda.

21. Cuma di indonesia penyergapan teroris jadi tontonan warga sekitar dan dunia.

pokoknya i love you Indonesia !!!!
READ MORE - 21 alasan Knapa loe harus bangga jadi Orang Indonesia!!!
Powered By Blogger

OKe

no hal

Search